Photography, Traveling & having fun!

photographyAda tantangan tersendiri setiap sesi pemotretan anak, seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya. Kesabaran menjadi modal fotografer disamping skill dan ketangkasan menangkap momen. Akhir pekan kemarin saya mendapatkan kesempatan memotret bayi kembar berumur lima bulan, keturunan India dan Manado. Mereka dua bayi kembar yang berbeda jenis kelamin. Kimaya dan Kanis namanya.

Sehari sebelumnya saya sudah membayangkan berbagai pose bayi kembar yang lucu. Ya memang kalau ingin memotret bayi dan anak yang benar-benar sesuai konsep yang kita inginkan, jangan pernah batasi dengan waktu. Mood dan waktu tidur ketika pemotretan berlangsung menjadi hal yang tidak bisa diperkirakan. Jika biasanya mereka sudah punya pola makan dan tidur teratur, ketika sesi foto si bayi bukannya mengantuk tetapi malah aktif ngajak main melampaui jam tidur sehari-hari.

Salah satu pose yang saya dan rekan harapkan adalah Kimaya dan Kanis tidur pulas sehingga kami bisa mengambil momen mereka tidur saling berpelukan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka yang biasanya tidur barengan, kali ini tidur bergantian. Kanis tidur lebih dulu sedangkan Kimaya malah kooperatif diajak foto. Ketika Kimaya tidur pulas, Kanis bangun dan sangat ceria.

Saya jadi ingat cerita seorang fotografer profesional yang saya jadikan sebagai guru. Pernah suatu hari sang fotografer akan melakukan pemotretan untuk iklan produk balita. Studio sudah diset lengkap dari mulai properti sampai dengan lighting. Kru dari pihak agency-pun sudah berkumpul. Alih-alih memotret dengan mulus, ternyata bayi yang menjadi model tidak mood seharian itu. Satu shootpun tidak berhasil menangkap momen yang pas. Ketika sang fotografer kembali ke rumah, dia melihat anaknya yang masih balita sedang tertidur pulas. Shoot! Akhirnya yang menjadi materi iklan adalah foto anaknya sendiri karena dianggap paling pas momennya sesuai dengan konsep. 🙂

Jadi seperti itulah tantangan memotret bayi dan anak. Kendali cepat lambatnya sesi pemotretan ada pada bayi yang menjadi model. Satu bayi saja kita harus mengerahkan segala cara supaya dia bisa enjoy, apalagi dua bayi atau lebih. Tetapi saat melihat ekspresi mereka yang lucu, saya yakin Anda tidak akan berhenti menekan tombol shutter!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *