Plastik Kresek Tidak Lagi Gratis

goodie bag

Peritel menempatkan sebuah tanda yang mengumumkan program Diet Bag Plastik di dekat kasir di sebuah toko di Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada hari Minggu. Program ini mewajibkan pengecer untuk menagih pelanggan kantong plastik dalam upaya mengurangi limbah. Setelah bertahun-tahun mendapatkan persuasi dari kelompok masyarakat, pemerintah akhirnya mengambil langkah pertama untuk mengurangi limbah dari kantong plastik dengan mengirimkan surat edaran ke pemimpin beberapa kota dan peritel modern. Surat tersebut meminta kota untuk mencoba ‘pajak plastik’ untuk mendorong konsumen membawa tas sendiri saat berbelanja. Implementasinya dimulai pada hari Minggu bertepatan dengan Hari Kesadaran Limbah Nasional. Corry Elyda dan Agnes Anya dari Jakarta Post melihat kebijakan tersebut. Inilah laporan mereka:

Harapan berlimpah di antara masyarakat yang memiliki kekhawatiran kuat tentang limbah kantong plastik Indonesia saat pemerintah menerbitkan surat edaran yang menetapkan bahwa peritel modern tidak boleh memberikan kantong plastik kepada pelanggan secara gratis. Mereka telah melihat antusiasme dari masyarakat umum dan pemerintah kota dan jika uji coba di beberapa kota berhasil, pada akhirnya dapat mengurangi limbah kantong plastik dari peritel modern, yang diperkirakan 9,8 miliar kantong per tahun atau sekitar 38 tas per orang.

Baca juga : Goodie Bag Sebagai Aletrnatif Plastik Belanja

Perkiraan lain oleh Greeneration Indonesia menempatkan penggunaan kantong plastik dari pengecer modern dan tradisional sebesar 700 per orang per tahun, atau 178,5 miliar kantong. Kekecewaan tiba lebih cepat dari perkiraan. Direktur Diet Bag Plastik (DKP), Tiza Mafira, mengatakan bahwa dia menyayangkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya tunduk pada tekanan dari Asosiasi Pengecer Indonesia (Aprindo) dan menetapkan pajak plastik hanya dengan harga Rp 200 (1,5 sen dolar AS), turun dari awal Rp 500. ‘ Pajaknya terlalu kecil. Itu tidak akan efektif, ‘dia berkata.

Pekan lalu, kementerian tersebut menetapkan bahwa biaya minimum adalah Rp 200 untuk kantong plastik setelah bertemu dengan Aprindo, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI). Meski masing-masing kota bisa menetapkan tarif di atas Rp 200, Tiza mengatakan kota kemungkinan akan tetap berpegang pada pajak minimum. Kementerian tersebut bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 900.000 pada akhir tahun ini melalui program pajak plastik.

Pada tahap awal, kebijakan yang terinspirasi oleh petisi baik online maupun offline yang ditandatangani oleh 70.000 orang tersebut, rencananya akan dilaksanakan di 23 kota, termasuk Jakarta. Namun, dengan mengklaim bahwa mereka tidak siap, banyak pemerintah daerah mundur. Saat sembilan kota tersisa, Makassar dan Bali juga memutuskan untuk menunda pelaksanaannya pada hari Jumat. Pada hari pertama pelaksanaannya, hanya tujuh kota yang terjebak dalam rencana tersebut.

jangan khawatir http://konveksitasmurah.net menawararkan jasa pembuatan tas murah sebagai ganti tas belanja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *